Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPD AWP Kabupaten Pangandaran, N. Nurhadi, dalam peringatan hari jadi ke-7 AWP yang digelar secara sederhana dan penuh kehangatan di Sekretariat AWP, Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran,
Dalam sambutannya, Nurhadi menegaskan bahwa usia tujuh tahun bukan sekadar penanda perjalanan organisasi, melainkan simbol kedewasaan, konsistensi, tekad, dan kerja keras seluruh anggota dalam menjaga martabat profesi jurnalistik.
“Tepat pada hari ini, 28 Oktober 2026, yang juga bertepatan dengan momen bersejarah Hari Sumpah Pemuda, organisasi yang kita cintai ini telah menginjak usia tujuh tahun. Angka tujuh bukan sekadar angka penanda waktu, melainkan simbol dari sebuah perjalanan, kedewasaan, tekad yang konsisten, dan kerja keras kita semua dalam menjaga muruah profesi jurnalis dan jurnalisme di Tanah Pasundan,” ujar Nurhadi.
Menurutnya, sejak awal berdiri, Aliansi Wartawan Pasundan berkomitmen menjadi wadah untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kesejahteraan wartawan.
Namun, di tengah perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi, insan pers dituntut untuk terus beradaptasi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik.
Nurhadi menekankan bahwa kecepatan dalam menyampaikan berita harus diimbangi dengan ketelitian, akurasi, nilai edukasi, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.
“Selama tujuh tahun ini, kita terus beradaptasi di tengah badai transformasi digital dan disrupsi informasi. Kita dituntut bukan hanya sekadar cepat dalam menyajikan berita, melainkan cermat, akurat, edukatif, serta tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik,” katanya.
“Di usia yang ketujuh ini, AWP harus semakin solid, responsif, dan memberikan dampak nyata yang lebih luas. Kita tidak boleh menutup mata bahwa selain mengawal isu-isu jurnalistik, kita memikul tanggung jawab sosial kemasyarakatan, pendidikan, dan pengembangan potensi generasi muda di wilayah Pasundan,” ungkapnya.
TNI Apresiasi Peran Strategis Pers
Apresiasi terhadap peran organisasi pers juga disampaikan perwakilan Koramil Kalipucang, Letda Inf. Tino Hindarto. Ia menilai, pers memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara aparatur negara dan warga.
Menurutnya, sinergi antara insan pers, TNI, pemerintah, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan situasi wilayah yang aman, kondusif, serta mendukung kelancaran pembangunan.
“Sinergi antara pers, TNI, dan instansi pemerintah merupakan hal yang sangat penting. Media bukan sekadar mitra publikasi, tetapi juga jembatan informasi yang mendukung kondusivitas wilayah serta menyuarakan aspirasi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kecamatan Kalipucang, Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Redi, turut menghadiri kegiatan tersebut.
Hadir pula tokoh masyarakat setempat dan perwakilan organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi dan membangun hubungan harmonis antara organisasi pers, pemerintah, TNI, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat.
Tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi, peringatan HUT ke-7 AWP DPD Pangandaran juga diisi dengan kegiatan sosial berupa pembagian nasi kotak kepada para pengguna jalan yang melintas di depan sekretariat.
Aksi tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus kepedulian AWP terhadap masyarakat sekitar. Dengan demikian, peringatan hari jadi tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi warga.
( M.Nurul )


%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)








