Hal tersebut disampaikan Kepala Bapenda Lampung Timur, Agus Firmansyah, dalam pertemuan bersama jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Timur, Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Timur, serta LSM KAMPUD (Komite Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi) Lampung Timur, di Aula Bapenda, Komplek Pemda Lampung Timur, Kamis (08/10/2026).
"Kami telah menyerahkan desain kepada Pemerintah Daerah, di mana Pasar Pekalongan ditetapkan sebagai proyek percontohan sekaligus pintu gerbang Lampung Timur. Mudah-mudahan rencana ini dapat segera terealisasi untuk mendongkrak PAD melalui sektor retribusi," ujar Agus Firmansyah.
Pembenahan Pasar Pekalongan direncanakan mencakup pemagaran keliling kawasan, penerapan sistem satu gerbang (one gate), serta pembangunan kanopi tengah yang dirancang multifungsi.
"Dilengkapi sistem pengawasan kamera ANPR, mesin tiket otomatis, serta kanopi serbaguna yang dapat difungsikan sebagai area parkir pada siang hari dan pusat kuliner pada malam hari," tambahnya.
Diharapkan, langkah ini tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memperketat keamanan, menata pengelolaan parkir agar lebih tertib dan efisien, meningkatkan kenyamanan pengunjung, serta menambah nilai estetika dan potensi ekonomi pasar.
Pada kesempatan tersebut, Ketua PWI Lampung Timur Muklis, Ketua IWO Lampung Timur Azoheri, dan Ketua KAMPUD Andi menyampaikan apresiasi atas langkah Bapenda yang melibatkan unsur media dan masyarakat dalam penyampaian program kepada publik.
"Kami mengapresiasi Bapenda yang menggandeng media untuk mensosialisasikan program secara terbuka, sehingga informasi yang diterima masyarakat akurat, berimbang, dan disajikan sesuai kaidah jurnalistik yang profesional dan akuntabel," tutur Muklis, yang diamini pula oleh Azoheri dan Andi.
Sebagai informasi tambahan, berdasarkan rapat Tim TP 2DD yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri bersama Bank Indonesia, Kabupaten Lampung Timur mencatat realisasi pendapatan daerah mencapai 50,01 persen dari target yang telah ditetapkan — angka yang bahkan melampaui rata-rata nasional yang masih berada di bawah 40 persen.
(Imn)


%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









