• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sports

    Ketua PMI Bireuen Edi Obama Bantu Korban Kebakaran di Gandapura BIREUEN – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, SH, MM, yang akrab disapa Edi Obama. Ia turun langsung menjenguk Suryani, seorang janda dengan tiga orang anak yang menjadi korban kebakaran rumah di Gampong Cot Tunong, Kecamatan Gandapura, malam kamis (07/10/2026). Kunjungan tersebut berlangsung menjelang peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian dan semangat kemanusiaan di tengah masyarakat. Dalam kunjungannya, Edi Obama menyerahkan bantuan kepada Suryani dan keluarganya yang kini harus menghadapi masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran. Namun, kehadiran Edi Obama tidak sekadar menyerahkan bantuan. Ia juga meluangkan waktu berbincang bersama keluarga korban, mendengarkan kondisi mereka, serta melihat secara langsung kebutuhan yang diperlukan setelah musibah tersebut. Suasana haru pun terasa dalam pertemuan itu. Bagi Edi, bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa, tetapi kepedulian dan kehadiran di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah memiliki makna yang jauh lebih besar. “Kita hadir karena kemanusiaan. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan, meskipun tidak seberapa, dapat sedikit meringankan beban Ibu Suryani dan keluarganya. Yang terpenting, mereka tahu bahwa masih banyak pihak yang peduli dan tidak membiarkan mereka menghadapi musibah ini sendirian,” ujar Edi Obama. Silaturahmi dan Semangat Kebersamaan Usai mengunjungi korban kebakaran, Edi Obama kemudian melanjutkan silaturahmi dan koordinasi bersama Muspika Kecamatan Gandapura. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai di salah satu warung kopi di kawasan Keudee Gurugok, Kecamatan Gandapura. Di tengah suasana sederhana tersebut, berbagai hal turut dibicarakan, mulai dari kondisi keluarga korban kebakaran, perkembangan masyarakat, hingga kegiatan olahraga yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-27 Kabupaten Bireuen. Menurut Edi Obama, momentum HUT ke-27 Kabupaten Bireuen hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Semangat kebersamaan yang hadir melalui berbagai kegiatan olahraga dan kegiatan kemasyarakatan lainnya, kata dia, semestinya juga diwujudkan dalam kehidupan sosial, terutama ketika ada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan dan musibah. Kepedulian terhadap korban kebakaran, lanjut Edi, merupakan bagian dari semangat gotong royong yang harus terus dirawat dan diwariskan di tengah kehidupan masyarakat. “Ketika ada masyarakat kita yang terkena musibah, kita harus hadir. Pemerintah, PMI, Muspika, aparatur gampong dan masyarakat harus saling menguatkan. Inilah semangat kebersamaan yang harus kita jaga,” ujarnya. Bersama dalam Kegembiraan, Bersama dalam Kesulitan Kunjungan Edi Obama ke Gandapura menjadi gambaran bahwa kegiatan kemanusiaan, koordinasi pemerintahan, serta aktivitas sosial masyarakat dapat berjalan beriringan. Di tengah suasana masyarakat yang bersiap menyambut hari jadi Kabupaten Bireuen, terdapat sebuah pesan sederhana namun penuh makna: mereka yang sedang tertimpa musibah tidak boleh dilupakan. Sebab, kebersamaan bukan hanya tentang berbagi kegembiraan ketika suasana sedang bahagia. Kebersamaan yang sesungguhnya justru terlihat ketika masyarakat mampu hadir, saling menguatkan, dan bergandengan tangan saat sebagian dari mereka sedang menghadapi kesulitan. Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang diajarkan dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ma’idah ayat 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” Sementara dalam QS. Al-Hujurat ayat 10, Allah SWT mengingatkan: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” Pesan tersebut mengajarkan bahwa kepedulian dan saling menolong merupakan bagian penting dari kehidupan seorang manusia. Pertolongan hendaknya diarahkan kepada kebaikan, kemaslahatan, serta upaya meringankan beban sesama. Dalam sebuah hadis juga disebutkan bahwa Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Dari Gandapura, pesan kemanusiaan itu terasa sederhana, tetapi begitu dalam: ketika satu keluarga kehilangan tempat berteduh, jangan biarkan mereka merasa kehilangan seluruh harapan. Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah masyarakat bukan hanya diukur dari kemeriahan perayaannya, tetapi juga dari kepedulian yang tumbuh ketika ada warganya yang sedang berduka. Bersama dalam kegembiraan, bersama pula ketika menghadapi kesulitan. Itulah wajah kebersamaan yang diharapkan terus tumbuh di Kabupaten Bireuen. ( Hendra)

    Thursday, October 8, 2026, 19:57 WIB Last Updated 2026-10-08T12:57:53Z

    SAMARINDA — Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si. , Dialog Interaktif Halo Kaltim dengan Tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”, bertempat di Studio Pro 1 RRI Samarinda Jln. M.Yamin Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Selasa (6/10/2026).


    Dialog Interaktif Halo Kaltim Danrem 091/ASN didampingi Host dari RRI Kaltim Sdr. Riski Mutianata.


    Dalam dialog tersebut Danrem 091/ASN menegaskan bahwa pembinaan teritorial merupakan tugas utama TNI AD yang senantiasa berorientasi pada kedekatan dengan rakyat. 


    Melalui berbagai metode teritorial, TNI berupaya mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.


    Hal tersebut diungkapkan Danrem saat memaparkan peran strategis Korem 091/ASN dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di wilayah Kalimantan Timur.


    Menurutnya, sebagai wujud nyata sinergi dengan pemerintah dan masyarakat, Korem 091/ASN aktif mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) serta pendampingan intensif kepada para petani lokal.


    Dalam rangka menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang kemandirian pangan, Korem 091/ASN saat ini tengah merampungkan program cetak sawah seluas 1.200 hektar, yang direncanakan berlanjut pada bulan November mendatang.


    Tidak berhenti di situ, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk melaksanakan cetak sawah baru seluas hampir 5.000 hektar di Kalimantan Timur. 


    Langkah ini dinilai krusial guna mengantisipasi kerentanan rantai pasok pangan dari luar pulau.


     "Jika terjadi situasi di luar Kalimantan, pastinya pasokan dari luar tidak bisa masuk," jelas Danrem  ujar Danrem. 


    Untuk itu diciptakan  berbagai opsi bagaimana kemandirian pangan bisa dipenuhi, sehingga saat terjadi pemutusan rantai pasok dari luar, Kaltim mampu untuk swasembada sendiri.


    Namun, ia mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia di sektor pertanian, di mana masyarakat cenderung memilih profesi sebagai operator alat berat ketimbang petani. Untuk menarik minat generasi muda, Korem 091/ASN berupaya mengubah persepsi masyarakat dengan mengenalkan pertanian modern yang melibatkan para petani milenial.


    Danrem  berpesan kepada seluruh prajuritnya agar senantiasa memberikan pengabdian terbaik dengan tulus dan ikhlas.


    “Saya pesankan kepada prajurit, kalau kita tidak bisa berbuat yang baik lebih baik diam. Jika bisa berbuat dengan baik, lakukanlah dengan tulus dan ikhlas sehingga apa yang dikerjakan betul-betul mendapat berkah,” pesannya.


    Ia juga mengajak masyarakat Kaltim untuk terus mempererat silaturahmi dan bersinergi dengan para Babinsa di lapangan demi mengatasi berbagai kesulitan di desa, demi menjaga kedaulatan negara sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat.


    (Rahman)

    Komentar

    Tampilkan