Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, di halaman SMA Negeri 1 Samalanga tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus momentum untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan kepada seluruh peserta didik.
Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
Kepala SMA Negeri 1 Samalanga, Zulfadli, menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada seremonial semata. Lebih dari itu, Maulid harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun kepedulian, kasih sayang, dan solidaritas terhadap sesama.
“Peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang dan meneladani akhlak Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ujar Zulfadli.
Menurutnya, kehadiran guru dan siswa di tengah-tengah anak yatim piatu serta penyandang disabilitas merupakan wujud nyata dari nilai-nilai tersebut. Kehadiran itu diharapkan tidak sekadar memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, perhatian, dan rasa bahwa mereka merupakan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat.
“Semoga santunan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak yang menerimanya. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh siswa agar senantiasa memiliki kepedulian, gemar berbagi, dan tidak ragu membantu sesama,” tambahnya.
Pendidikan Karakter melalui Kepedulian Sosial
Zulfadli menegaskan bahwa empati, kebersamaan, dan nilai-nilai kemanusiaan merupakan bagian penting dalam pendidikan karakter generasi muda. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan peserta didik untuk memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.
Melalui kegiatan sosial tersebut, para siswa diajak untuk melihat secara langsung kehidupan masyarakat dengan segala keberagamannya. Mereka didorong untuk mensyukuri nikmat yang dimiliki sekaligus memahami bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab moral yang harus tumbuh sejak dini.
“Kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat terus menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati, dan kepedulian sosial,” tegas Zulfadli.
Ia berharap tradisi baik tersebut tidak berhenti pada momentum peringatan Maulid Nabi semata. Sebaliknya, semangat berbagi dan kepedulian sosial diharapkan terus tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan keluarga besar SMA Negeri 1 Samalanga.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhirnya bukan sekadar mengenang hari kelahiran manusia paling mulia, tetapi menjadi pengingat agar setiap insan mampu menghadirkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan nyata—dengan memperkuat persaudaraan, menebarkan kasih sayang, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Dari lingkungan sekolah, kepedulian itu ditanamkan. Dari generasi muda, kebaikan itu diharapkan terus dilanjutkan.
( Hendra)


%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









