Paroki Bolan membuka keunggulan pada babak pertama melalui pemain bernomor punggung 9, Emanuel Suri. Gol tersebut membuat Paroki Bolan menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Paroki Kleseleon.
Memasuki babak kedua, permainan kedua tim semakin terbuka. Paroki Bolan kembali mencetak gol melalui pemain bernomor punggung 10, sehingga kedudukan berubah menjadi 2-0.
Kedua kesebelasan kemudian terus terlibat dalam jual beli serangan. Paroki Kleseleon berupaya mengejar ketertinggalan, sementara Paroki Bolan berusaha mempertahankan keunggulan sekaligus mencari peluang untuk menambah gol.
Namun, pertandingan harus dihentikan sementara setelah lampu penerangan stadion padam. Kondisi tersebut membuat laga tidak dapat dilanjutkan pada Kamis malam.
Sesuai kesepakatan antara panitia dan official kedua kesebelasan, pertandingan akan dilanjutkan pada Jumat (2/10/2026) untuk menyelesaikan sisa pertandingan.
Dengan demikian, hingga pertandingan dihentikan sementara, Paroki Bolan masih unggul 2-0 atas Paroki Kleseleon.
Laga tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pesta Perarakan Besar Patung Bunda Perawan Maria Nai Feto Malaka, yang tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, kebersamaan dan sportivitas masyarakat Malaka.
(Fabianus Bria)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









