• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Semarak HUT ke-27 Bireuen, Festival Meurukon 2026 Libatkan 17 Kecamatan

    Tuesday, October 6, 2026, 16:18 WIB Last Updated 2026-10-06T09:18:13Z

    BIREUEN - Sebanyak 17 Meurukon Kecamatan ikut Meriahkan HUT Ke 27 Bireuen yang dilaksanakan Dewan Kesenian Aceh ( DKA) yang berlangsung di Halaman Pendopo Bupati Bireuen, Malam selasa (05/10/2026). 

    Festival Meurukon  mengangkat seni tutur tradisional Aceh  melibatkan kontingen dari 17 kecamatan se-Kabupaten Bireuen.


    Festival tersebut, merupakan upaya melestarikan tradisi Meurukon sekaligus memperkuat eksistensinya di tengah generasi muda. Festival ini juga digelar berkolaborasi dengan Majelis Adat Aceh (MAA) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen.


    Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Sekretariat MAA Bireuen, Azmi, S.Kom., M.M., mengatakan pada malam perdana terdapat empat kecamatan yang tampil, yakni Gandapura, Samalanga, Peusangan Siblah Krueng, dan Juli.


    Menurutnya, Festival Meurukon tahun ini memiliki arti penting karena tradisi tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

    Status tersebut, kata Azmi, bukan sekadar bentuk pengakuan terhadap warisan budaya Bireuen, tetapi juga menjadi amanah untuk memastikan tradisi Meurukon tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

    “Predikat WBTb bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan amanah besar. Status ini menuntut seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, ulama, budayawan hingga generasi muda, untuk terus merawat dan menghidupkan kembali roh tradisi Meurukon melalui aksi konkret,” tegasnya.


    Festival Meurukon 2026 menjadi salah satu langkah konkret untuk menjaga seni bertutur tersebut agar tidak sekadar menjadi catatan sejarah, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat Bireuen.


    Panitia menghadirkan tiga juri yang terdiri dari budayawan dan maestro seni Aceh, yakni Syech Medya Hus dari Aceh Besar, Tgk Khalilullah sebagai praktisi sekaligus maestro Bireuen, serta Syech Mulyadi, seniman dan maestro asal Bireuen.


    “Setiap grup terdiri dari minimal 10 orang dan maksimal 13 orang, serta didampingi dua orang official,” jelasnya.

    Adapun aspek utama yang menjadi penilaian meliputi salam, khutbah nadham, serta kesesuaian penampilan dengan tema “Bireuen Kota Santri, Kota Juang Pusaka Bangsa.” Sementara ketentuan busana disesuaikan dengan kesepakatan bersama.


    Festival Meurukon 2026 diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen, tetapi juga menjadi ruang regenerasi sekaligus penguatan identitas budaya lokal agar seni  Meurukon tetap lestari di tengah perkembangan zaman.


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan