-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Bocah Tukang Kayu Berprestasi MIN 21 Teupok, Muhammad Rafiki, Tak Pernah Tersentuh Bantuan PIP

    Friday, July 10, 2026, 14:49 WIB Last Updated 2026-07-10T07:49:11Z

    BIREUEN – Prestasi gemilang ternyata belum tentu menjadi jaminan hadirnya perhatian. Di balik sederet piala dan penghargaan yang diraih, tersimpan kisah pilu seorang anak dari keluarga sederhana yang hingga kini belum pernah merasakan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).


    Muhammad Rafiki, siswa berprestasi MIN 21 Desa Teupok, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, merupakan putra dari seorang tukang kayu ( Faisal) dari Ibunda  ( Yulidar) asal Desa Kuala Jeumpa Blang Bladeh. Sejak duduk di bangku kelas I hingga kini kelas V, Rafiki tidak pernah menerima bantuan PIP, meskipun kondisi ekonomi keluarganya tergolong sangat memprihatinkan dan sudah mengantonggi PKH. 


    Ironisnya, di saat banyak teman sekelasnya telah menerima bantuan tersebut, nama Rafiki tidak pernah tercantum sebagai penerima. Padahal, selain dikenal sebagai siswa yang berprestasi di sekolah, Rafiki juga kerap mengharumkan nama desa dengan meraih juara pertama dalam berbagai perlombaan tingkat desa.


    Menanggapi persoalan tersebut, Kepala MIN 21 Desa Teupok, Muntadhar, M.Pd., menjelaskan bahwa pihak sekolah secara rutin mengirimkan data seluruh siswa melalui sistem Dapodik sesuai prosedur yang berlaku. Namun, menurutnya, nama Muhammad Rafiki hingga kini tidak pernah muncul sebagai penerima bantuan PIP.


    "Pihak sekolah selalu mengirimkan data siswa melalui Dapodik. Namun, mengapa nama Muhammad Rafiki tidak pernah keluar sebagai penerima PIP, kami juga tidak mengetahui di mana letak permasalahannya," ujar Kepala Sekolah.


    Yang lebih memprihatinkan, kejadian ini bukan pertama kali dialami keluarga tersebut. Sang kakak kandung, Muhammad Haikal, yang juga merupakan alumni MIN 21 Desa Teupok, selama menempuh pendidikan hingga lulus pun tidak pernah memperoleh bantuan PIP.


    Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Kamis (10/7/2026), menyatakan akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus evaluasi ke MIN 21 Desa Teupok.


    Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri penyebab tidak tersalurkannya bantuan kepada siswa yang layak menerima serta mencari solusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.


    "Prestasi seharusnya membuka jalan menuju harapan, bukan justru membiarkan seorang anak berjuang sendirian. Bantuan pendidikan bukan sekadar angka dalam anggaran, melainkan secercah harapan bagi mereka yang menggantungkan masa depan pada kesempatan. Jangan biarkan anak-anak yang berjuang dengan keterbatasan kehilangan haknya hanya karena kekeliruan yang tak pernah dijelaskan. Sebab, ketika keadilan terlambat hadir, yang paling terluka adalah mimpi seorang anak."


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan