Metro Jaya - Isu mengenai kedatangan puluhan prajurit TNI ke Markas Polda Metro Jaya menjadi sorotan publik setelah beredar informasi yang menyebut rombongan tersebut dipimpin oleh Brigjen Wahyo Yuniartoto, yang disebut-sebut sebagai mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto. Informasi tersebut bahkan diklaim berasal dari dua petinggi Polri.
Namun demikian, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas, secara tegas membantah kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi yang menyebut Brigjen Wahyo memimpin kedatangan prajurit TNI ke Polda Metro Jaya adalah tidak benar.
“TNI tetap menjunjung tinggi profesionalisme serta menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Brigjen Muhammad Nas dalam keterangannya.
Peristiwa ini mencuat di tengah proses penyidikan yang dilakukan tim gabungan Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Tim penyidik diketahui telah melakukan penggeledahan di 12 lokasi terkait dugaan tindak pidana korupsi, pencucian uang (TPPU), serta suap yang melibatkan sejumlah perkara besar, di antaranya PT ASABRI, pasokan batu bara, dan PT Krakatau Steel.
Di sisi lain, pihak TNI juga memberikan penjelasan terkait pengamanan di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Disebutkan bahwa pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan resmi dari Kejaksaan Agung dan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025.
TNI menegaskan bahwa langkah pengamanan tersebut tidak memiliki kaitan dengan proses penggeledahan yang tengah dilakukan oleh penyidik Polri.
(DEDE BLACK)








.jpg)



