Dalam acara tersebut Pihak Pertamina memberikan gambaran tentang historis perkembangan perusahaan dalam mengelola ekplorasi Migas dan kemampuan dan kemajuan yang sudah tercapai serta terkaitan dengan pelestarian hutan mangrove.
Edwin dari Management Pertamina EP Pangkalan Susu memaparkan Pertamina EP Pangkalan Susu,memiliki sejarah panjang sejak 1883, mengelola lapangan migas tertua dan terluas di Indonesia, mencakup tiga provinsi dan lima kabupaten, serta berkontribusi dalam penyediaan energi dan pelestarian ekosistem mangrove.
Lebih lanjut Edwin mengatakan Sejarah Pangkalan Susu dan Industri Migas
Asal Nama Pangkalan Susu berasal dari abad ke-18 hingga ke-19, ketika kapal-kapal dagang bersandar di pohon mangrove di pesisir Sumatera.
Kerajaan Kesultanan Melayu di pesisir timur Pulau Sumatera memiliki dermaga besar di Bawan dan Pulau Kampe, yang menjadi pusat perekonomian.
Pedagang dari Timur Tengah tidak cukup menampung kapal di dermaga Pulau Kampe, sehingga mereka bersandar di pohon mangrove.
Sumur migas komersial pertama di Indonesia dibor pada tahun 1883, hanya tiga tahun setelah sumur komersial pertama di dunia di Texas pada tahun 1880.
Belanda mulai mengeksploitasi migas pada tahun 1880-an, membangun sentral pengolahan migas di Sumatera.
Lapangan Telaga Tunggal atau Telaga Said Satu adalah sumur migas komersial pertama di Indonesia yang masih beroperasi hingga kini.
Keterkaitan dengan Mangrove,
Mangrove adalah ekosistem utama di sekitar Pertamina EP Pangkalan Susu, yang dulunya dimanfaatkan untuk arang atau bahan bakar.
Masyarakat Pasarawa kini menjadi mitra Pertamina untuk memperbaiki ekosistem mangrove yang banyak dieksploitasi.
Operasional dan Kontribusi Pertamina EP Pangkalan Susu,Luas Wilayah Operasi.
Pertamina EP Pangkalan Susu adalah lapangan migas terluas di Indonesia, beroperasi di 3 provinsi dan 5 kabupaten.
Wilayah operasinya meliputi Kepulauan Riau (lapangan offshore Udang, Telaga Sari Laut, Laut Langsa) dan daratan dari Polonia hingga Aceh Tamiang.
Meskipun produksinya kecil, gas dari Pangkalan Susu mengalir ke Medan dan Belawan untuk mendukung industri di sana.
Minyak dari Pangkalan Susu memiliki kualitas terbaik di Sumatera bagian utara dengan etika tertinggi, mendekati kondensat. Minyak ini merupakan bahan baku untuk produk turunan gas dengan nilai komersial tinggi.
Gas dari struktur Pangkalan Susu hingga Deli Serdang dialirkan ke Sumatera Utara, Belawan, dan Medan untuk digunakan di industri.
Pangkalan Susu memiliki terminal migas terbesar untuk lifting migas di Sumatera bagian utara.
Fasilitas operasi ini akan menjadi salah satu tempat yang akan dikunjungi oleh para peserta, papar Edwin
Sementara Ketua KTH Penghijauan Maju Bersama Desa Pasar Rawa Gebang Kabupaten Langkat Sumatera Utara Kasto Wahyudi ,ketika memberikan kata sambutan memberikan
Apresiasi kepada Pertamina EP Pangkalan Susu yang banyak membantu KTH penghijauan Maju Bersama sampai saat ini
Diucapkan ribuan terima kasih kepada Pertamina EP Pangkalan Susu, Pak Edwin, Pak Rohim, dan teman-teman atas kerja sama sejak tahun 2022.
Pertamina EP Pangkalan Susu telah membantu pembinaan, penanaman, ide-ide wisata, silvo fishery, dan pelatihan.
Bantuan homestay untuk penginapan diberikan karena banyaknya tamu yang datang, seperti anak P2EH dari USU yang kekurangan tempat penelitian.
KTH penghijauan Mangrove Bersama pernah mendapat Penghargaan dari KLHK di dukung oleh Pertamina, di tahun ini sudah dihidupkan oleh KLHK sebagai pembinaan ekowisata .
Hanya tinggal menunggu nomor SK yang keluar, karena uang pembinaan sudah ditransfer dan digunakan untuk membeli audio dan laptop.
Di tahun ini akan mendapatkan Warna Wiyata Widya Karya, menjadikan tempat ini pusat edukasi pembelajaran dari tingkat sekolah dasar sampai universitas.
Dukungan dari Pemerintah Desa dan Instansi Lain.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak pemerintahan desa terkait dan seluruh instansi seperti KPH, Dinas Lingkungan Hidup, BRTM, dan lainnya.
Bantuan yang diberikan meliputi administrasi dan pembinaan-pembinaan.
Sebelum acara, Dinas Lingkungan Hidup datang untuk memverifikasi kelompok untuk diajukan Proklim.
Diminta doa dari semua yang hadir agar Proklim dapat terwujud dan mendapatkan sertifikat, yang diharapkan dapat menambah semangat, ungkap Kasto Wahyudi
Selesai memberikan edukasi ekowisata peserta bersama Management Pertamina dan tim Media meninjau langsung area Mangrove sebagai ekowisata dan tanya jawab seputar perkembangan mangrove
Turut hadir Manageman Pertamina P.Sisi Edwin,Rohim,Jefri, pengurus KTH Penghijauan Maju bersama, peserta Edi Wisata Mangrove, Media Elektronik Kompas TV, Media Cetak dan online.
( Adam)









