
Berawal dari unggahan viral di media sosial yang menyoroti aktivitas mencurigakan truk pengangkut aspal curah di kawasan Lingkar selatan Sampit tim melakukan penelusuran langsung ke lapangan pada selasa malam.18 Agustus 2026.
Lokasi pertama yang disasar berada di Pinggir jalan lingkar selatan ,kec mentawa baru ketapang.. Di halaman rumah milik (wawan). ditemukan 1 unit mobil tangki aspal curah dalam kondisi penuh yang sedang menunggu.kode rekannya yang sedang menurutkan Atau mencuri Aspal tersebut di warung madura.
Menurut salah seorang warga, aspal-aspal curah itu milik (yanwar) Y. diduga menerima aspal setiap 3 sampai 4 kali 1 minggu dari truk tangki pengangkut asal dari pelabuhan PT.Pelindo . Dari satu tengki, (Y) bisa mendapatkan 5 hingga 10 drum aspal curah.
Penelusuran berlanjut ke kawasan Tidak jauh dari truk tengki yang sedang menunggu di halaman Rumah (WAWAN) Selaku rekan kerjanya (Yanwar), yang disebut sebagai tangan kanannya (Y) Yang Sudah ahli melakuman aktivitas “kencing” aspal curah.
Di lokasi,Tepat di belakang warung madura tim media menemukan tumpukan drum aspal curah serta satu (1) truk tangki bertuliskan PT. SAN terparkir dalam gudang tak jauh dari bundaran tugu perdamayan.
Sekitar pukul 20:30 wib, satu unit mobil avanza putih menghalangi pintu gudang untuk mengelabui media agar gudang tersebut ketika di pantau seperti tidak ada melakukan kegiatan.
Kami ragu dan menduga bahwa mobil putih itu memang sengaja untuk mengelabui. Agar tidak Tau di dalam ada aktivitas ilegal.Lalu tim kembali putar arah menuju lokasi
Drum yang sebelumnya kosong sudah terisi penuh aspal curah dalam kondisi masih hangat, tersusun rapi.
Temuan itulah memperkuat dugaan bahwa praktik (kencing) benar-benar terjadi di area Bundaran tugu perdamain.tepatnya di samping pelita barat lingkar selatan sampit kotawaringin timur.
Secepatnya kami akan Konfirmasi dengan Pihak Perusahaan.Agar Kami mengetahui apa kencing aspal tersebut memang di intruksikan dari pimpinannya (PT,SAN)apa hanya kenakalan sopir semata.
Kami tim mencari ( WAWAN ) tapi beluau tidak mau berjumpa dengan kami. Jelas ini memperkuat dugaan adanya keterlibatan internal PT. SAN Group dalam jaringan praktik ilegal aspal curah yang sudah berlangsung lama.
Menariknya.diduga Saudara (Yanwar)dan (wawan).membayar aparat penegak hukum.(APH). Untuk menunggu mereka melakukan merusak segal dan menurunkan aspal curah tersebut.
Kami Berusaha masuk ke gudang tersebut , langsung di samparin.di ajak bicara dibawa keluar gudang .untungnya kamera tersembunyi saya sudah Aktip dan sempat terekam jelas percakapan kami sebagai bukti dugaan upaya terhadap suap salah satu oknum aparat penegak hukum(APH).mengatakan Saya hanya di perintah senior.
Dengan berbagai bukti berupa foto, video, dan dokumen lapangan, Sudah kami pegang .Tim media berencana melaporkan temuan praktik ilegal ini kepada Pimpinan PT,SAN atau PT Pelindo. Kalau tidak ada respon kami akan angkat Angkat kasus penadah dan penimbunan aspal ilegal ini kepada aparat penegak hukum kalau tidak di tindak lanjuti.
Kami akan lanjutkan ke layanan pengaduan Wapres
Pasalnya, kegiatan “kencing” aspal curah bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi negara dan perusahaan resmi.bersambung
(IND)


%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









