• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Perarakan Bunda Maria Nai Veto Malaka di Weata, Umat Padati Jalan dengan Lilin dan Doa

    Wednesday, September 2, 2026, 23:52 WIB Last Updated 2026-09-02T16:52:50Z

    MALAKA — Perarakan Besar Bunda Perawan Maria Nai Veto Malaka tahun 2026 kembali menghadirkan suasana iman yang penuh khidmat dan sukacita di tengah umat Katolik Kabupaten Malaka. Kehadiran Bunda Maria dalam rangkaian perarakan tersebut mendapat sambutan antusias dari umat di berbagai paroki dan stasi yang menjadi lokasi kunjungan.


    Perarakan Bunda Maria Nai Veto Malaka yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali di wilayah Dekenat Malaka, Keuskupan Atambua, tahun ini akan mengunjungi umat di sejumlah paroki dan stasi di wilayah Kabupaten Malaka selama kurang lebih satu bulan.


    Pada Rabu, 2 September 2026, Stasi Weata, Paroki Santa Maria Fatima Betun, menjadi titik kedua kunjungan Bunda Maria Nai Veto Malaka.


    Kehadiran Bunda Maria disambut penuh antusias oleh umat Stasi Weata. Patung Bunda Maria dipikul oleh umat dalam sebuah prosesi arak-arakan menuju lokasi yang telah disiapkan oleh panitia bersama umat di Desa Angkaes, Kecamatan Weliman.


    Prosesi arak-arakan dimulai sekitar pukul 18.00 WITA dari titik awal. Rombongan diawali kendaraan Patwal Satuan Lalu Lintas Polres Malaka yang mengawal perjalanan dengan sirene, kemudian diikuti drum band yang dibawakan siswa-siswi SMA Negeri Wederok.


    Setelah rombongan drum band, umat secara bersama-sama memikul patung Bunda Maria Nai Veto Malaka. Prosesi tersebut kemudian ditutup oleh umat Stasi Weata yang mengiringi perjalanan dengan lantunan lagu-lagu rohani dan pujian kepada Bunda Maria.


    Suasana semakin khidmat ketika rombongan melewati sejumlah lingkungan umat. Umat di lingkungan Desa Umanen menyambut kedatangan Bunda Maria dengan penuh sukacita dan penghormatan.


    Di sepanjang jalan utama dari pusat paroki hingga Stasi Weata, umat tampak antusias menyalakan lilin-lilin kecil. Sejumlah umat juga meletakkan patung-patung kecil Bunda Maria di depan rumah sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan sukacita menyambut kedatangan Bunda Maria Nai Veto Malaka.


    Pemandangan tersebut membuat perjalanan arak-arakan berlangsung dalam suasana penuh doa dan kekhidmatan. Cahaya lilin yang dinyalakan umat turut memberikan nuansa religius sepanjang perjalanan menuju Stasi Weata.


    Prosesi arak-arakan berlangsung sejak pukul 18.00 WITA dan setelah menempuh perjalanan sekitar dua setengah jam, patung Bunda Maria Nai Veto Malaka tiba di titik kunjungan Stasi Weata sekitar pukul 20.30 WITA.


    Setibanya di Stasi Weata, prosesi dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi atau misa kudus yang dihadiri oleh empat orang imam.


    Dalam khotbahnya, Romo Bala, Pr., menegaskan bahwa kehadiran Bunda Maria di tengah umat Stasi Weata merupakan sebuah berkat yang luar biasa.


    Karena itu, umat diajak untuk mensyukuri berkat yang diterima melalui kunjungan Bunda Maria Nai Veto Malaka tersebut serta menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk semakin memperkuat iman dan persaudaraan.


    Romo Bala juga mengutip spirit Paus Leo XIV melalui surat ensikliknya yang menjelaskan pentingnya perbuatan baik dalam kehidupan umat manusia.


    Menurutnya, kebaikan yang dilakukan kepada siapa pun dan di mana pun akan memberikan dampak positif bagi kehidupan.


    “Buat baik itu di mana saja, kapan saja dan untuk siapa saja. Karena yang baik itu akan berbuah baik pula untuk hidup kita,” ujar Romo Bala, Pr.


    Kunjungan Bunda Maria Nai Veto Malaka di Stasi Weata menjadi momentum penting bagi umat untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kehidupan iman serta menghidupkan semangat untuk terus berbuat baik kepada sesama.

    (Fabianus Bria)

    Komentar

    Tampilkan