• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Puncak HUT ke-27 Bireuen, Tinggal Menghitung Hari

    Tuesday, September 29, 2026, 22:47 WIB Last Updated 2026-09-29T15:47:21Z

    BIREUEN – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen tinggal menghitung hari. Beragam rangkaian kegiatan telah dipersiapkan untuk menyemarakkan momentum bersejarah tersebut, yang akan mencapai puncaknya pada 12 Oktober 2026, dengan mengusung tema “Bireuen Berselawat.”


    Peringatan HUT ke-27 Bireuen tahun ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangkitkan semangat kebersamaan, serta menumbuhkan kembali optimisme masyarakat setelah melewati berbagai tantangan, termasuk kondisi pascabanjir yang masih dirasakan oleh sebagian masyarakat.


    Berikut rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan dalam menyambut HUT ke-27 Bireuen:

    Pertandingan Sepak Bola Antarkecamatan, 27 September–10 Oktober 2026, bertempat di Lapangan RTH.


    Lomba Meurukon Tingkat Kecamatan, 28–30 September 2026, bertempat di Pendopo Bupati Bireuen.


    Pameran UMKM Antarkecamatan dan Kuliner.

    Lomba Memasak Nasi Goreng Ayah.

    Lomba Mewarnai dan Melukis Tingkat TK/PAUD.


    Lomba Tari Tradisional, 1 Oktober 2026, bertempat di Pendopo Bupati Bireuen.


    Pameran Literasi Buku dan Mendongeng, 2–4 Oktober 2026, bertempat di Gedung Perpustakaan.


    Jalan Santai, 11 Oktober 2026, bertempat di Pendopo Bupati Bireuen.


    Lomba Together Beude Trieng, 11 Oktober 2026, bertempat di Lapangan Paya Kareung.


    Turnamen Bola Voli Putri Piala TP PKK dan Festival Kopi, 11 Oktober 2026, bertempat di Pendopo Bupati Bireuen.


    Upacara HUT ke-27 Bireuen, 12 Oktober 2026, bertempat di Lapangan RTH Desa Cot Gapu, Bireuen.


    Setelah upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen.


    Rangkaian terakhir akan diisi dengan tausiah, Marawis/Hadrah, dan ceramah yang berlangsung di Masjid Sultan Jempa (Masjid Agung) Bireuen, Jalan Bireuen–Takengon.


    Sederhana, Namun Sarat Makna

    Konsep peringatan HUT ke-27 Bireuen tahun ini disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang masih berada dalam tahap pemulihan pascabanjir. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara sederhana, tidak berlebihan, namun tetap memiliki makna dan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.


    Kesederhanaan tersebut justru menjadi cerminan kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Sebab, sebuah perayaan tidak selalu diukur dari kemeriahannya, tetapi dari seberapa besar mampu menghadirkan kebersamaan, harapan, dan rasa syukur.


    “Mental yang kuat bukan berarti tidak pernah merasa lelah atau sedih. Mental yang kuat adalah ketika kita mampu bangkit, saling menguatkan, dan tetap melangkah meskipun pernah diterpa cobaan.”


    Momentum HUT ke-27 Bireuen diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap ujian yang dilalui bersama dapat menjadi kekuatan untuk menata masa depan yang lebih baik. Air mata akibat musibah boleh saja jatuh, tetapi semangat untuk bangkit tidak boleh padam.

    Menguatkan Silaturahmi dan Menggerakkan Ekonomi Masyarakat


    Ketua Panitia HUT ke-27 Bireuen, Kepala Dinas PUPR Bireuen, Ir. Fadli Amir, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., sangat mengharapkan dukungan dari seluruh pihak agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan aman, tertib, nyaman, dan sesuai dengan harapan bersama.


    Menurut Fadli Amir, momentum HUT ke-27 Bireuen juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada saudara-saudara dari berbagai daerah bahwa masyarakat Aceh, khususnya Bireuen, merupakan masyarakat yang ramah, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai-nilai silaturahmi.


    Ia berharap masyarakat dari luar daerah tidak perlu ragu untuk datang dan berkunjung ke Bireuen, menikmati berbagai kuliner, melihat potensi UMKM, serta menjalin silaturahmi dengan masyarakat setempat.


    “Saat inilah kita membuktikan kepada saudara-saudara kita yang lain bahwa masyarakat Aceh umumnya, khususnya Bireuen, memiliki keramahan. Tidak perlu ragu untuk berkunjung ke tempat kita dan membuka tali silaturahmi. Dengan begitu, berbagai kuliner dan produk UMKM kita dapat semakin dikenal dan digemari masyarakat luar, bahkan diharapkan mampu dikenal di seluruh Indonesia hingga mancanegara. Pada akhirnya, hal ini dapat ikut meningkatkan perekonomian masyarakat kita,” ujar Fadli Amir.


    Peringatan HUT ke-27 Bireuen diharapkan bukan hanya menjadi perayaan bertambahnya usia sebuah daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan hati, menguatkan mental, menumbuhkan harapan, dan membangkitkan semangat masyarakat untuk kembali berdiri setelah melewati masa-masa sulit.


    Karena sejatinya, daerah yang besar bukan hanya dibangun oleh gedung dan jalan, tetapi oleh masyarakat yang kuat, hati yang ikhlas, serta semangat kebersamaan yang tidak mudah patah oleh keadaan.

    Bireuen Berselawat, Bireuen Bangkit, Bireuen Bersatu.


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan