Kegiatan yang berlangsung di Gedung Perpustakaan tersebut dibuka oleh Bupati Bireuen melalui Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT, Selasa (6/10/2026).
Berbagai perlombaan literasi yang digelar mendapat antusiasme dari pelajar, guru, pustakawan, hingga masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan budaya membaca, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mendorong masyarakat untuk semakin dekat dengan perpustakaan.
Adapun para pemenang dalam berbagai kategori perlombaan literasi tersebut adalah sebagai berikut:
Lomba Perpustakaan Desa Terbaik
Juara I diraih oleh Perpustakaan Desa Singgah Mata, Kecamatan Jeumpa.
Juara II diraih Perpustakaan Desa Keupula Madani, Kecamatan Kota Juang, sedangkan Juara III diraih Perpustakaan Desa Meunasah Tgk. Digadong, Kecamatan Kota Juang.
Untuk kategori juara harapan, Harapan I diraih Perpustakaan Desa Aneuk Ceudah, Kecamatan Juli; Harapan II diraih Perpustakaan Desa Tanoh Mirah, Kecamatan Peusangan; dan Harapan III diraih Perpustakaan Desa Kumbang Peunawa, Kecamatan Peusangan Selatan.
Lomba Resensi Buku Tingkat SMA/Sederajat
Juara I diraih Safriatul Aulia dari SMAN 1 Bireuen dengan judul resensi Di Dalam Lembah Kehidupan.
Juara II diraih Zahratul Aini dari SMAS Az Zahra dengan judul Sejarah Kota Jakarta. Sementara Juara III diraih Naiza Anggraini dari SMAN 2 Bireuen dengan judul Selayang Pandang Langkah Diplomasi Kerajaan Aceh.
Lomba Resensi Buku Tingkat SMP/Sederajat
Juara I diraih Miftahul Jannah dari SMPN 1 Kuala dengan judul Strategi Belanda Menggulung Aceh 1873–1945.
Juara II diraih Khanza Kiana dari SMP Sukma Bangsa Bireuen dengan judul Simon Bolivar. Sedangkan Juara III diraih Hafiz Maulana, juga dari SMP Sukma Bangsa Bireuen, dengan judul Sumbangsih Aceh bagi Republik.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bireuen, Irfan, S.Pd., M.Pd., mengatakan Pekan Literasi Daerah 2026 digelar sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat, mendorong pemanfaatan perpustakaan, serta memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam membangun masyarakat yang cerdas dan sejahtera.
“Rangkaian acara diisi dengan talk show, storytelling, hingga berbagai perlombaan edukatif yang melibatkan pelajar, guru, pustakawan, dan pegiat literasi,” ujar Irfan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri lima Bunda Literasi Aceh yang hadir bersama Bunda Literasi Bireuen, Hj. Sadriah Mukhlis, serta Ketua BKMT Bireuen, Hiryani Daud.
Turut hadir Bunda Literasi Aceh Utara, Ny. Musliana Ismail; Bunda Literasi Aceh Timur, Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag.; Bunda Literasi Pidie, Nurhalisa; serta Bunda Literasi Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, yang diwakili Kepala Dispusip Kota Lhokseumawe, Mirodiyatun Resi Nuridayati, S.Sos., M.Pd.
Peringatan HUT ke-27 Bireuen melalui kegiatan literasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni dan perlombaan semata, tetapi menjadi momentum untuk membangun kebiasaan membaca dan belajar yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca kata, tetapi kemampuan memahami kehidupan. Karena bangsa yang gemar membaca akan tumbuh menjadi bangsa yang mampu berpikir, berkarya, dan menentukan masa depannya.”
Dengan semangat tersebut, gerakan literasi diharapkan terus tumbuh dari perpustakaan, sekolah, desa, hingga keluarga, sehingga budaya membaca menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bireuen.
(Hendra)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









